Buang Sampah Sembarangan Jadi Budaya Bangsa??
Sebelumnya,
mari kita menelusuri tentang pengertian budaya….
Menurut
om wikipedia, Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki
bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi.
Dalam buku Komunikasi Lintas Budaya, Budaya terbagi menjadi 2: Budaya Material dan Budaya Non Material.
Ih apaan tuh?
Oke,,,Budaya
material adalah objek material yang dihasilkan dan digunakan manusia, terdiri
dari peralatan sederhana, alat-alat senjata, tarian, pakaian, dll. Sedangkan
budaya non material itu rujukan perilaku kelompok masyarakat.
Budaya
non material ini, dibagi kembali menjadi Nilai,
Norma, Kepercayaan, dan Bahasa. Nah dalam bahasan kali ini, penulis
ingin menjabarkan budaya buruk orang kita yang termasuk dalam budaya non
material, khususnya di dalam Norma, yang terbagi lagi menjadi :
Tata
cara, kebiasaan, tata kelakuan, dan adat istiadat.
Oke
langsung saja ya, budaya buruk yang akan kita bahas ini termasuk ke dalam golongan
KEBIASAAN. Kebiasaan orang kita tentang membuang sampah sembarangan.
Intiiiipppp dulu yukkk….
Budaya
adalah suatu kebiasaan dan menjadi hal yang lumrah dilakukan oleh masyarakat.
Sesuatu hal tersebut, bisa disebut budaya apabila setiap orang mengenali dan
sering melakukannya secara sadar ataupun tidak sadar. Apabila kita menelisik
lebih dalam mengenai pengertian budaya, tentu ada beberapa hal yang bisa
dikatakan “budaya” dan terkesan tidak biasa atau malah bisa dikatakan unik, tak
monoton seperti budaya-budaya yang sering dikenal selama ini.
Setiap budaya, tentu saja tidak akan
selamanya bernilai positif dalam masalah pencitraan ataupun hal lainnya. Terkadang,
ada juga budaya yang bisa dikatakan negatif, dan saya pun merasa yakin, mungkin
banyak dari beberapa kalangan yang merasa tidak sependapat dengan saya apabila
suatu hal yang dianggap negatif dikatakan sebuah budaya. Akan tetapi itu wajar
saja, karena tentunya setiap pemikiran seseorang pastilah berbeda.
Salah satu budaya yang menurut saya unik adalah budaya
membuang sampah sembarangan. Mungkin aneh, ketika saya memutuskan memilih
membuang sampah sembarangan sebagai sebuah budaya. Karena memang dan saya juga merasakan
bahwa terlalu miris apabila membuang
sampah sembarangan dikatakan sebuah budaya, khususnya di Indonesia. Tapi memang
itulah kenyataannya, apabila kita mengacu pada pengertian budaya itu sendiri,
dalam Wikipedia Indonesia disebutkan bahwa budaya adalah salah satu cara hidup
yang berkembang dan diwariskan dari generasi ke generasi, dan apakah membuang
sampah sembarangan sudah layak dan memenuhi syarat untuk dikatakan sebagai
budaya di Indonesia? Saya menjawab Ya, karena berdasarkan pengertian di atas
dikatakan bahwa budaya adalah salah satu cara hidup yang berkembang, bukankah
membuang sampah sembarangan kini telah menjadi salah satu cara hidup yang
dipilih oleh masyarakat Indonesia sebagai jalan cepat untuk menghilangkan
berbagai sampah disekelilingnya, dan hal ini terus berkembang dengan banyaknya
sampah yang berserakan tidak pada tempatnya. Dan menjadi kebiasaan, ketika
dalam pengertian tersebut disebutkan pula kata dari generasi ke generasi,
jelas, disana secara tersirat dikatakan bahwa tindakan itu tidak dilakukan
dalam satu atau dua periode saja, melainkan terus menerus secara berkala, maka
dari itu kita juga bisa melihat bukti dilapangan bahwa Indonesia belum bisa
bersih dari yang namanya sampah, oleh karenanya
membuang sampah sembarangan kini sudah menjadi sebuah budaya yang “illegal”
di Indonesia.
Larangan membuang sampah memang sudah diatur dalam pasal 25
UU pengelolaan sampah yang juga mengatur larangan membuang sampah sembarangan.
Namun, yang menjadi keunikan Negara ini adalah sebuah larangan yang sudah
jelas-jelas tertera dalam Undang-undang, bukanya dihindari untuk tidak
melakukan hal tersebut. Malah asyik dikerjakan dan menjadikannya sebuah
kebiasaan buruk yang tak pantas diteruskan secara turun menurun. Tapi kini hal
itu sulit untuk dihindarkan, buktinya sering terjadi bencana banjir dan lain
sebagainya yang diakibatkan oleh sampah yang sudah sangat menumpuk. Hal itu
terjadi akibat prilaku dan ulah manusia itu sendiri, karena di zaman seperti
saat ini, setiap orang sudah tak merasa malu lagi ataupun segan apabila dirinya
membuang setumpuk sampah pada sungai disekitarnya. Malah, banyak orang yang
secara terang-terangan membuang sampah seenaknya di tempat-tempat umum. Hal
semacam ini menurut saya tak akan sulit ditemukan di sekitar kita.
Kebiasaan membuang sampah kini telah menjelma menjadi “gaya
hidup” masyarakat Indonesia yang kini beramai-ramai melakukanya, malah budaya
membuang sampah sembarangan bisa
mengalahkan kesenian budaya, seperti tari jaipong yang merupakan kesenian
budaya sunda yang mungkin kini cukup sulit untuk ditemui. Sedangkan sampah dan
perilaku yang membuang sampah sembarangan bisa kita jumpai dengan mudah.
Kembali lagi pada masalah membuang sampah sembarangan yang
sudah menjadi sebuah budaya, tentunya apabila kita ingin membandingkan hal
tersebut dengan Negara lain pastilah terlihat perbedaan yang siginifikan akan
hal ini, contohnya di Singapura, di Negara bersimbol kepala Singa tersebut
diterapkan peraturan bahwa yang membuang sampah sembarangan akan dikenai
sanksi, bahkan bukan sekedar itu, yang meludah di tempat umum pun diberi sanksi
tegas. Tapi apa yang terjadi di Indonesia, bukan sebuah peraturan dan sanksi
yang diterapkan, tapi kita bisa melihat dan merasakannya sendiri, jangankan
bisa mewujudkan peraturan tersebut dalam hal yang lebih konkret lagi, namun
kita juga bisa menilai bahwa di Indonesia sedikit sekali tempat sampah yang
bisa kita temui disembarang tempat. Mungkin inilah salah satu faktor selain
faktor peraturan sanksi yang tidak tegas dan juga merupakan satu point penting
diantara point-point lainnya yang membedakan Indonesia dengan Negara lain.
Sebetulnya, anggapan bahwa membuang
sampah sembarangan sebagai suatu budaya memang terkesan berlebihan dan seolah
memojokkan Indonesia. Saya yakin, ada dari beberapa yang menganggap sama. Tapi
kembali lagi, pada keunikan sebuah budaya yang ada disekitar kita,bahwa
tentunya, seperti yang saya singgung di atas, terkadang suatu budaya tidak
selamanya bercitra positif, ada pula yang negatif.
Dan kini tugas kita semua, termasuk saya, untuk
menghilangkan budaya negatif tersebut dan merubah nama dan isinya dengan sebutan
budaya “berhenti membuang sampah sembarangan”.
Atas dasar itulah, kita harus memulainya dengan membangun
dan melatih kesadaran diri kita sendiri mulai saat ini juga, tapi ingat semuanya akan tercapai apabila pemerintah
ikut berperan serta dengan baik, yang tidak menutup kemungkinan, bahwa
Indonesia bisa saja sejajar dengan Negara lain untuk masalah kebersihan
lingkungan.
Buang
sampah... sembarangan
Ngeludah...
sembarangan
Ngomong
... sembarangan
Kencing...
sembarangan
Buang
ingus... sembarangan
Cape deh!!!Semua serba sembarangan



